Get Adobe Flash player

Profil UPTD Balai Benih Dan Pengembangan Produksi Ikan

UPTD Balai Benih dan Pengembangan Produksi Ikan dipimpin oleh seorang Kepala UPTD yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada kepala Dinas dan secara operasional di koordinasikan oleh Camat.

Balai Benih Pengembangan Produksi Ikan (BBPPI) berdiri tahun 2001 yang pada awalnya bernama Balai Benih Ikan (BBI) dengan tingkatan eselon IV. Kemudian pada tahun 2004 berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka No. 29 Tahun 2004 berganti nama menjadi UPTD Balai Benih dan Pengembangan Produksi Ikan.

Balai Benih dan Pengembangan Produksi Ikan pada Dinas Pertanian terdapat 3 lokasi. Di Kecamatan Majalengka dengan luas lahan sebesar 4 Ha, di Kecamatan Maja dengan luas lahan sebesar 0,35 Ha, dan di Kecamatan Rajagaluh dengan luas lahan sebesar 1 Ha.

Seluruh lokasi Balai Benih dan Pengembangan Produksi Ikan masih berada dalam taraf pengembangan. Lokasi Balai Benih dan Pengembangan Produksi Ikan terus dikembangkan sehingga dapat memenuhi standar untuk menjadi pusat pelatihan, rapat pengembangan SDM perikanan, dan pusat informasi teknologi kaji terap teknik perikanan.

 

Tugas Pokok

Melaksanakan teknis operasional di bidang Balai Benih dan Pengembangan Produksi Ikan.

 

Fungsi UPTD Balai Benih dan Pengembangan Produksi Ikan

1. Pengendalian dan pengordinasian pelaksanaan kegiatan prroduksi, distribusi dan sertifikasi bibit ikan.

2. Pelaksanaan pemberiaan pelayanan dan informasi pembibitan ikan melalui identifikasi dan pengujian.

3. Pelaksanaan penyiapan paket teknologi pengembangan produksi ikan

4. Pelaksanaan kegiatan produksi, pengelolahan dan pemasaran hasil ikan

5. Pelaksanaan bimbingan dan pembinaan teknis operasional produksi dan pasar ikan

7. Pengelolaan urusan ketatausahaan UPTD.

 

Visi

“Terwujudnya perikanan berbasis agribisnis dalam bidang teknologi pembenihan dan pengembangan produksi ikan yang bermutu”

 

Misi

1. Melaksanakan pengembangan teknik teknologi pembenihan ikan

2. Melaksanakan kaji terap di bidang pembenihan dan produksi ikan

3. Menyelenggarakan kerjasama / kemitraan di bidang perikanan

4. Melayani kebutuhan benih ikan yang bermutu kepada masyarakat

5. Memproduksi dan mengembangkan komoditas ikan-ikan yang unggul

 

Kegiatan

1. Mencetak dan mengembangkan benih-benih ikan yang berkualitas dan berdaya saing

2. Menyelenggarakan kerjasama / kemitraan di bidang perikanan

3. Melaksanakan kegiatan kaji terap teknologi di bidang perikanan, baik dalam pembenihan maupun pengembangan

 


Sarana dan Prasarana

UPTD BBPPI memiliki beberapa instalasi yaitu instalasi Bungur di Kecamatan Majalengka, Instalasi Rajagaluh, dan Instalasi Maja. Total luas lahan mencapai 6 Ha. Instalasi yang paling luas adalah instalasi Bungur yang memiliki luas lahan sebesar 4,7 Ha. Instalasi Rajagaluh memiliki luas lahan sebesar 1 Ha sedangkan instalasi Maja memiliki luas lahan sebesar 0,3 Ha.

Sarana dan prasarana yang tersedia di masing-masing instalasi UPTD BBPPI adalah sebagai berikut.

 

Instalasi UPTD BBPPI Bungur Babakan Jawa Kecamatan Majalengka

Sarana produksi yang berada di lokasi Instalasi UPTD BBPPI Bungur adalah sebagai berikut:

1.   Indoor Hatchery

2.   Outdoor Hatchery

3.   Kolam Induk dan Calon Induk

4.   Kolam Pematangan Gonad

5.   Kolam Shelter

6.   Kolam Pendederan

7.   Kolam Pemijahan Ikan Nila

8.   Kolam Pemijahan Ikan Gurame

9.   Kolam Induk Lele

10. Kolam Induk Patin dan Tagih

11. Bak Pemijahan Ikan Mas

12. Bak Penampungan Larva Ikan Nila

13. Bak Penampungan Hasil

 

Jumlah sarana produksi secara keseluruhan ada sebanyak 33 buah kolam dan 16 buah bak. Selain sarana produksi tersebut di atas, Instalasi UPTD BBPPI Bungur juga memiliki sarana penunjang sebagai berikut:

1. Laboratorium Kesehatan Ikan

2. Gudang Pakan

3. Rumah Karyawan

4. Rumah Dinas

5. Kantor

6. Aula

7. Ruang Makan

8. Asrama

 

Jenis ikan yang dikembangkan pada UPTD BBPPI Bungur adalah sebagai berikut:

1. Nila Gift

2. Mas

3. Lele Dumbo

4. Tawes

5. Nilem

6. Gurame

7. Patin

8. Grass Carp

9. Ikan Hias

 

Jenis yang menjadi komoditas unggulan untuk dikembangkan di UPTD BBPPI Bungur, adalah benih ikan Nila Gift. Selain Nila Gift, UPTD BBPPI Bungur juga mendapatkan bantuan benih berupa ikan Nila Gesit dan Nila Nirwana. Nila Gesit banyak dikembangkan karena keturunan hasil kawinannya mayoritas jantan sehingga lebih cepat pertumbuhannya. Sebagai komparasi, Nila Gift untuk mencapai berat 3 ekor / kg memerlukan waktu sekitar 8 – 10 bulan sedangkan Nila Nirwana dan Nila Gesit hanya memerlukan waktu 7 – 9 bulan.

 

Instalasi UPTD BBPPI Kecamatan Rajagaluh

Instalasi UPTD BBPPI Rajagaluh memiliki jumlah kolam 13 buah dan 9 buah bak. Jenis ikan yang dikembangkan disini adalah Nila Gift, Gurame, Mas, dan Lele Dumbo. Sedangkan yang menjadi komoditas unggulan di lokasi BBPPI Rajagaluh adalah benih ikan gurame. Ikan gurame yang dikembangkan di BBPPI Rajagaluh terdiri dari jenis ikan Gurame biasa dan Ikan Gurame Soang. Secara fisik, ukuran ikan Gurame Soang lebih besar dibandingkan Gurame biasa pada tingkat umur yang sama.

 

Instalasi UPTD BBPPI Kecamatan Maja

Instalasi UPTD BBPPI Maja memiliki jumlah kolam 14 buah. Jenis ikan yang dikembangkan disini adalah Nila Gift dan ikan hias. Sedangkan yang menjadi komoditas unggulan di lokasi BBPPI Maja adalah ikan hias.

 

Produksi Komoditas

UPTD BBPPI secara total bisa menghasilkan sampai dua juta ekor ikan Nila, terbagi ke dalam dua instalasi yaitu BBPPI Bungur sebanyak satu juta ekor dan BBPPI Rajagaluh sebanyak satu juta ekor. Untuk komoditas ikan Mas, produksi mencapai 300 ribu – 500 ribu ekor di BBPPI Bungur dan 750 ribu ekor di BBPPI Rajagaluh. Sedangkan untuk ikan hias BBPPI Bungur mencapai puluhan ribu ekor per tahun.