Get Adobe Flash player

UBI JALAR (Ipomea batatas), Indonesia : Ubi jalar, ketela, ketela rambat, telo rambat (Jawa), patatas (Papua), mantang, Boled (Sunda), Inggris : Sweet potato, Melayu : Ubi keledek, Thailand : Phak man thet, Pilipina : Kamote, Jepang : Satsumaimo.

 

 

KALSIFIKASI :

Kerajaan          : Plantae

Divisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Solanales

Famili              : Convolvulaceae

Genus              : Ipomea

Spesies             : ipomea batatas

 

Komponen Gizi  Ubi Jalar :


Kandungan Gizi

Ubi Putih

Ubi Merah

Ubi Kuning

Daun

Kalori (kal)

123

123

136

47

Protein (g)

1,8

1,8

1,1

2,8

Lemak (g)

0,7

0,7

0,4

0,4

Karbohidrat (g)

27,9

27,9

32,3

10,4

Air (g)

,5

68,5

-

84,7

Serat Kasar

0,9

1,2

1,4

-

Kadar Gula

0,4

0,4

0,3

-

Beta karoten

31,2

174,2









Sumber :  Direktorat Gizi Depkes RI, 1981, Suismono, 1995

 

MANFAAT  :

Karbohidrat ubi jalar memiliki indeks glisemik 54 (rendah). Artinya, karbohidrat pada ubi jalar  tidak mudah diubah menjadi gula, sehingga cocok bagi penderita diabetes. Berbeda dengan sifat karbohidrat asal beras dan jagung yang mudah dirubah menjadi gula.

Keistimewaan lain adalah tingginya kandungan serat yang bermanfaat sebagai pengikat zat pencetus kanker dalam tubuh, sehingga ubi jalar bermanfaat sebagai penangkal kanker. Ubi jalar berwarna merah, mengandung serat oligosakarida bertipe larut yang berperan vital untuk menyedot kolesterol “jahat” di dalam darah.

Serat oligosakarida berperan mencegah sembelit, memudahkan buang angin, menjaga keseimbangan flora usus dan prebiotik serta merangsang pertumbuhan bakteri “baik” pada usus sehingga penyerapan zat gizi lebih efektif. Pada orang yang sangat sensitif oligosakarida, konsumsi ubi jalar dapat mengakibatkan kembung.

Betakaroten merupakan bahan pembentuk Vitamin A dalam tubuh manusia. Ubi jalar mengandung betakaroten yang tinggi. Makin pekat warna oranyenya, makin tinggi kadar betakarotennya.

Betakaroten berkhasiat sebagai "obat mata", dan pengendali produksi hormon melatonin. Hormon ini merupakan antioksidan bagi sel dan sistem saraf otak. Kekurangan zat ini mengakibatkan gangguan tidur dan berkurangnya daya ingat. Selain itu, seretnya pasokan hormon melatonin akan menurunkan produksi hormon endokrin sehingga sistem kekebalan tubuh merosot. Kombinasi betakaroten dan Vitamin E dalam ubi jalar dapat menghalau stroke dan serangan jantung.

Betakaroten dapat hilang akibat penanganan, perebusan ubi jalar merusak 10% betakaroten, penggorengan atau pemanggangan merusak 20%, sedangkan penjemuran menghilangkan separuh betakaroten. Menyantap seporsi ubi jalar merah rebus sudah dapat memenuhi kebutuhan Vitamin A harian, sebesar 2.100—3.600 mkg.

Kandungan lain adalah antosianin, zat pigmen pada ubi jalar ungu dan merah. Pigmen antosianin ubi jalar lebih tinggi konsentrasinya dan lebih stabil dibanding antosianin dalam kubis dan jagung kuning. Antosianin berfungsi sebagai antioksidan, antihipertensi, pencegah gangguan fungsi hati, jantung koroner, kanker, dan arterosklerosis.

 

DESKRIPSI  :

Ubi jalar merupakan tanaman umbi-umbian yang diambil manfaatnya dari akar yang mengembung. Ubi jalar ada yang berwarna putih dan merah atau putih dan ungu (Soejoeti Tarwotjo.2010). Batang ubi jalar tidak berkayu, herbaceous (banyak mengandung air), dan banyak percabangannya. Setiap batas ruas tumbuh daun, kar, tunas atau cabang. Daunnya berbentuk bulat, menyerupai jantung (hati) atau seperti jari tangan. Umbi ubi jalar berasal dari akar adventif dan akar organ penyimpanan yang membengkak.

 

Luas tanam, luas panen, produksi dan produktivitas Ubi Jalar di kabupaten Majalengka

Ubi Jalar

2007

2008

2009

2010

Luas Tanam (ha)

1.008

1.091

931

708

Luas Panen (ha)

1.093

725

1.077

732

Produksi (ton)

18.668

11.409

19.072

12.076

Produktivitas (ku/ha)

170,80

157,37

177,08

164,97

 

Daerah sentra Kecamatan Maja, Bantarujeg, Lemahsugih, daerah Pengembangan Kecamatan Cikijing, Banjaran, Cigasong, Majalengka.